Jadilah orang berilmu

Ilmu merupakan kunci untuk menyelesaikan segala persoalan, baik persoalan yang berhubungan dengan kehidupan beragama maupun persoalan yang berhubungan dengan kehidupan duniawi. Ilmu diibaratkan sebagai cahaya, kerana ilmu berfungsi sebagai petunjuk kehidupan manusia, pemberi cahaya bagi orang yang dalam kegelapan.

Orang yang mempunyai ilmu mendapat kehormatan di sisi Allah dan Rasul-Nya. Banyak ayat Al-Qur’an yang mengarah agar umatnya menuntut ilmu. Contohnya:

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diminta kepada kamu memberi lapang dari tempat duduk kamu (untuk orang lain) maka lapangkanlah seboleh-bolehnya supaya Allah melapangkan (segala halnya) untuk kamu. Dan apabila diminta kamu bangun maka bangunlah, supaya Allah meninggikan darjat orang-orang yang beriman di antara kamu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan ugama (dari kalangan kamu) – beberapa darjat. Dan (ingatlah), Allah Maha Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang kamu lakukan.” (al-Mujadila:11)

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian sampai liang lahat” menjadi dasar pendidikan seumur hidup. Kehidupan di dunia ini tidak sepi dari kegiatan belajar, sejak lahir sampai hidup ini berakhir. 

Ingin bahagia dunia dan akhirat tetaplah dengan berilmu

Siapa pun kita, di mana pun kita, sangat menginginkan keluarga yang bahagia, kehidupan yang sentosa dan sejahtera di dunia dan akhirat. Bila kita ditanya, apakah kita ingin menjadi orang yang berjaya dan bahagia? Tentunya setiap kita akan menjawab “ya”. Kerana itulah fitrah manusia.

Oleh itu, apakah yang perlu kita lakukan untuk menjadi insan yang berjaya dan bahagia? Jom kita hayati kata-kata hikmah ini: “Siapa pun yang merindukan kesejahteraan di dunia harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan kebahagiaan akhirat juga harus dengan ilmu, dan barangsiapa yang ingin dunia akhirat bahagia, maka juga harus dengan ilmu.”

Tahukah anak-anak yang budiman, kenapa orang stres, kecewa atau panik? Masalah tersebut wujud kerana mereka kurang ilmu untuk mengatasinya. Itulah sebab utama mereka stres, sengsara, dan menderita.

Membaca adalah gerbang ilmu. Tanyalah diri kita, berapa buah buku menjadi sasaran kita setiap bulan/tahun? Kalau kita ingin maju, maka jadilah orang yang membaca. “Mencari ilmu itu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan,” sabda Rasulullah SAW.

Oleh karena itu, berbahagialah orang yang hidupnya sentiasa bersemangat mencari ilmu. Ilmu tidak hanya didapati di bangku sekolah atau di bangku kuliah sahaja, malah di mana sahaja kita ada kesempatan seperti melalui majlis-majlis ilmu dan internet. Yang pentingnya, pastikan ilmu yang kita pelajari itu mempunyai sumber yang bersih dan sahih.

Seorang ulama pernah mengatakan bahwa apabila ingin mengetahui syurganya dunia, maka berkunjunglah ke majlis ilmu. Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang sedang berhimpun untuk menuntut ilmu. Oleh itu, marilah kita belajar dari salah satu kunci kejayaan dan kebahagian iaitu dengan menghadiri majlis-majlis ilmu. 

Ilmu yang Bermanfaat

Orang yang mempunyai ilmu yang bermanfaat tidak suka pujian dari manusia, tidak menganggap dirinya suci, dan tidak sombong terhadap orang lain dengan ilmu yang dimilikinya.. Pemilik ilmu yang bermanfaat, apabila ilmunya bertambah, bertambah pula sikap tawadhu’, rasa takut, kehinaan, dan ketundukannya di hadapan Allah Ta’ala.

Orang alim yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya adalah seperti tanah subur yang menyerap air sehingga dapat memberi manfaat bagi dirinya, kemudian tanah tersebut dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan sehingga dapat memberi manfaat bagi yang lain. 

Semoga Allah memberi rahmatNya kepada kita untuk menjadi orang yang berilmu, beriman dan beramal serta dapat memberi manfaat kepada orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *